Tuesday, January 13, 2009

MAKALAH "PROFESI KEGURUAN"

BAB I

PROFESI KEGURUAN

KOMPETENSI DASAR PROFESIONAL GURU

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bagian-bagian dari kompetensi dasar professional guru perlu kita mengetahui dan memahami terlebih dahulu konsep-konsep dari dari profesi itu sendiri.

Dalam pembicaraan sehari-hari kita mendengar istilah profesi atau professional seperti kalimat; yang berprofesi sebagai dokter, arsitek dan lain-lain sebagaimana kita dengar dalam pemberitaan. Dapat kita simpulkan bahwa profesi adalah suatu jabatan/pekerjaan yang digeluti seseorang sepanjang hayat sesuai dengan skill (keahlian) yang dimiliki yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada khalayak sesuai dengan bidangnya.

Pengertian PROFESI menurut para ahli:

1. Pengertian profesi menurut Osnstien dan Live 1984: Melayani masyarakat, merupakan karir yang dilakukan sepanjang hayat. Melakukan bidang dan ilmu dan kerampilan tertentu. Memerlukan latihan khusus dalam jangka waktu yang lama. Melakukan status social dan ekonomi yang tinggi.

2. Pengertian profesional menurut Sanusi et all (1991) mengatakan bahwa profesi adalah: Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikan yang menentukan (erusial)

Syarat – Syarat Profesional Keguruan Diantaranya

1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual

Contoh: guru karena mengajarkan melibatkan upaya – upaya yang sifatnya intelektual oleh sebat itu mengajarkan sering disebut “ ibu dari segala profesi” menurut pendapat Stinner dan Huggel tahun 1963.

2. Jabatan yang menggeluti disiplin ilmu tertentu mengajar adalah suatu kiat menurut Stinner dan Huggel 1963 dalam karangan yang ditulis dalam buku Encyclupedia Of Educational Reseach, misalnya terdapat bukti – bukti bahwa pekerjaan mengajar telah secara intensif mengembangkan batang ilmu khususnya.

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN

Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar dalam membentuk perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya. Secara optimal keyakinan ini muncul kerena manusia adalah makhluk lemah yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain sejak lahir bahkan pada saat meninggal.

Minat, bakat, kemampuan dan potensi yang dimiliki peserta didik tidak dapat berkembang secara optimal tanpa bantuan guru dalam kaitan ini guru dalam hal iniguru perlu meperhatikan peserta didik agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam hal ini guru harus kreatif, professional dan menyenangkan dengan memposisikan diri sebagi berikut.

Guru sebagai Pendidik

Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik dan di lingkungan yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

Berkaitan dengan tanggung jawab : guru harus mengetahui serta memahami nilai, norma moral dan sosial, serta perilaku berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga harus bertanggung jawab terhadap segala tindakannya dalam pembelajaran di sekolah dan dalam kehidupan bermasyarakat. Demikian juga guru harus mampu mengambil keputusan secara mandiri.


BAB II

PEMBAHASAN

A. KODE ETIK PROFESI GURU

1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk Manusia Pembangaunan Pancasila.

a. Guru menghormati hak individu dan kepribadian ank didiknya masing-masing.

b. Guru berusaha mensukseskan pendidik yang serasi jasmani rohani bagi ank didiknya.

c. Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina daya kreasi anak didik agar kelk dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun.

d. Guru membantu sekolah di dalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada anak didik.

2. Guru memiliki kejujuran profeisonal. Sesuai dengan kebutuhan anak didik masing – masing.

a. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing.

b. Guru hendaknya luwes di dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.

c. Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum tanpa membedakan jenis dan posisi orang tua muridnya.

3. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid.

a. Guru menciptakan kehidupan sekolah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah.

b. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga terjalin pertukaran informasi timbal balik untuk kepentingan anak didik dan lain-lain.

4. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi meng hindarkan diri dari segala bentuk penyalah gunaan. Komunikasi guru dan anak didik didalam dan diluar sekolah dilandasi dengan kasih sayang.

B. KODE ETIK PROFESI GURU

1. Guru berkaitan membimbing anak didik sentuhannya untuk membentuk manusia pembanguan Pancasila.

2. Untuk menghasilakan pendidik, maka guru terus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang keluargnya.

3. Komunikasi guru ini hanya diadakan semata-mata untk kepentingan pendidikan anak didik.

5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya.

a. Guru harus memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan.

b. Guru turut menyebarkan program – program pendidikan dan kebudayaan di tempat itu dan kepada masyarakat sekitarnya sehingga sekolah tersebut turut berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan lain-lain.

6. Guru secara sendiri-sendiri atau secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu profesi

a. Guru melanjutkan studinya dengan:

1. membaca buku

2. mengikuti lokakarya, seminar, gerakan koperasi dan pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya.

3. menmgikuti penataran

4. mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian

b. Guru selalu berbicara, bersikap dan bertindak seseuai dengan martabat profesinya.

7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan anatara sesame guru di lingkungan kerja maupun hubungan keseluruhan.

a. Guru senantiasa saling bertukar informasi, pendapat, saling mensehati dan Bantu-membantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam tugas menunaikan tugas dan profesinya.

b. Guru jangan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekad seprofesinya dalam menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun pribadi.


BAB III

PEMBAHASAN

ORGANISASI PROFESIONAL KEGURUAN

A. Fungsi Organisasi Keguruan

Seperti telah disebutkan dalam salah satu ceratera Jabatan Profesional. Jabatan professional harus memiliki wadah untuk menyatakan gerak langkah dan mengendalikan keseluruhan profesi yaitu organisasi profesi guru di begara kita wadah ini telah ada dan dikenal dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Organisasai ini didirikan sebagai wujud aspirasi guru Indonesia dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa. Salah satu tujuan organisasi ini adalah mempertinggi kesadaran sikap, mutu dan kegiatan profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan guru.

B. Jenis – Jenis Organisasi Keguruan

Disampaikann PGRI sebagai satu-satunya organisasi guru-guru sekolah yang diakui oleh Pemerintah sampai saat ini ada organisasi guru yang disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sejenis yang didirikan berdasarkan anjuran pejabat-pejabat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan organisasi bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisasi dari guru dalam kelompoknya masing-masing.


A. BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Pengertian Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari “BULDANCE” dari akar kata “GUIDE” berarti :

a. Mengarahkan (to ditect)

b. Memandu (to polot)

c. Mengelola (to manage

d. Menyetir (to steer).

Dari definisi diatas dapat diangkat maknanya sebagai berikut :

a. Bimbingan merupakan suatu proses yang berkesenambungan bukan kegiatan seketika atau kebetulan. Bimbingan merupakan rangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan berencana terarah kepada perencanaan tujuan.

b. Bimbingan merupakan “helping” yang identik dengan “aiding” yang berarti bantuan/pertolongan.

c. Tujuan bimbingan adalah individu yang sedang berkembang dengan segala keunikannya.

Ruang Lingkup Bimbingan Konseling

2. Ruang lingkup bimbingan konseling (BK)

Macam – macam ruang lingkup BK sebagai berikut :

1. Program yang di susun dan di kembangkan berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan.

2. Tujuan ideal realitas.

3. Dalam manajemen program mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan di antara staf pelaksananya.

4. Memberikan kemungkinan pelayana kepada seluruh siswa sekolah yang bersangkutan.

5. Kegiatan belajar yang di atur menurut skala kualitas.

6. Manajemen program menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan dalam hal sebagai berikut.

a. Pelayanan kelompok dan individu

b. Manajemen pelayanan dalam berbagai jenis

c. Pemberian informasi umum dan khusus

d. Mengatur penggunaan alat ukur teks dan non teks

e. Pelayanan konseling individual dan kelompok

f. Manajemen dalam pengumpulan data dan pemberian konseling

g. Penggunaan sumber di dalam dan di luar sekolah

h. Kebutuhan individu siswa dan kebutuhan masyarakat

i. Pemberian informasi tentang berbagai program di sekolah.]

7. Program di susun dengan melibatkan unsur – unsur staf sekolah.

8. Menyusun program Bimbingan dan Konseling (BK) sesuai dengan program di lingkungan sekolah.

9. Pengaturan dalam fasilitas pendidikan.

10. Memperlihatkan peranan penting dalam hubungan sekolah dan masyarakat.

3. Program BK di sekolah

Sudah banyak sekali di Indoensia yang menyelenggarakan program bimbingan dan konseling akan tetapi kalau kita perhatikan dengan lebih cermat penyelenggaraannya tidak didasarkan pada rencana yang disusun dengan teratur dan konprehensif pada waktu sebelumnya.


ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM PROFESI KEGURUAN

Yang dimaksud administrasi profesi keguruan adalah administrasi keguruan baik yang pendidik maupun sebagai pengajar di sekolah dan terkait dengan cara memperoleh guru.

Dalam memperoleh guru yang akan menjadi pendidik di sekolah seorang administrasi pendidikan ayau administrator sekolah harus dapat melihat bahwa guru-guru yang akan memperolehnya itu sanggup menghargai pekerjaan bagi guru.

Jumlah Guru

Administrator pendidikan dan administrator sekolah haruslah mempertimbangkan berapa banyak jumlah stap pngajar yang dibutuhkan. Jika guru sangat sedikit, produktifitas dan efisiensi pendidikan tidak akan lebih tinggi , sedangkan terlalu banyak ini berarti pemborosan. Menolong guru baru baru banyak pertolongan yang dapat dan harus diberikan oleh administrasi sekolah kepada guru baru untuk lebih mengenal posisinya serta senang dan lebih merasa percaya diri dalam melksanakan tugas-tugas yang baru itu. Pertolongan-pertolongan yang demikian sangat dihargai oleh guru-guru yang b aru memuliai karirnya.

Syarat-syarat perencanaan pendidikan

a. Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas

b. Bersifat sederhana, reliostis dan praktis.

c. Terinci, memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah disesuaikan.

d. Memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta sesuai dengan kondisi dan situasi sewaktu-waktu.

PENGERTIAN DAN HAKEKAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas “ad” dan ministrare kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata “to” dalam bahasa inggris berarti “ke” atau kepada dan ministrare sama artinya dengan kata “to serve to conduct” yang berarti melayani atau membantu.atau mengarahkan. Dalam bahasa Inggris to administer berarti pula mengatur, memelihara dan mengerahkan.

Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian seagala sesuatu baik personal, spiritual maupun material bersangkutpaut dengan tujuan pendidikan, sedangkan pendidikan baik diartikan sebagai proses maupuan sebagai produk adalah perseorangan anak didik sendiri lah yang harus membuat perubahan di dalam dirinya sesuai dengan yang dikehendakinya.

B. MANFAAT DAN FUNGSI ADMINISTRASI KEPENDIDIKAN

1. Perencanaan (planing)

Langkah – langkah perencanaan sebagai berikut :

a. Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.

b. Meneliti masalah – masalah atau pun pekerjaan yang harus dilakukan.

c. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan.

d. Menentukan tahap – tahap atau rangkai yang tindakan.

e. Mermuskan bagaimana masalah – masalah itu akan di pecah kan dan di selesaikan.

2. Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan penyusunan dan pembentukan hubungan kerja antara orang – orang sehingga terwujud satu persatuan dalam mencapai yang telah ditetapkan.

No comments:

Message Today

Loading...